IKHTIBAR
IKHTIBAR
Telah banyak bencana yang mengundang kesedihan, empati, dan kepedulian sosial dalam realita dunia. Sebagian dari bencana itu membuat orang-orang ingat akan eksistensiNya. Mengingat, memohon dan meminta pertolonganNya.
Telah banyak juga kebaikan dan kenikmatan yang diraih dan dinikmati, sebagian diantara mereka mensyukurinya dan sebagiannya lagi membuatnya lalai dan lupa akan eksistensiNya (mereka berkata semua ini adalah hasil jerih payahku). Mereka lupa diri ketika mendapatkan kenikmatan dan kebaikan dari Allah. Keakuan diri dan kealpaan kepadaNya menghinggapi diri.
Manusia memang tempatnya lupa dan lalai, manusia tempatnya salah atau khilaf, tetapi menjadi kurang bermartabat ketika lupa dan lalai akan kehadiran dan kebaikanNya. Menjadi kurang bernilai ketika manusia lupa kembali ke jalanNya. Menjadi kurang bernilai ketika kita tidak meningkatkan ketaqwaan kepadaNya.
Maka bencana yang menimpa seharusnya menjadi tolok ukur atau ikhtibar bagi manusia untuk berbenah diri, memperbaiki diri dengan senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Komentar
Posting Komentar