Filosofif Kehidupan Dari Angka Nol (0)
Filosofif Kehidupan Dari Angka Nol (0)
Angka 0 (nol) ditemukan oleh Al-Khawarizmi yang bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi. Beliau lahir di Kota Khawarizm Uzbekistan Tahun 780 M. Berdasarkan catatan sejarah, Al-Khawarizmi diperkirakan hidup di masa kepemimpinan Khalifah Al-Ma'mun pemimpin dinasti Abbasiyah 813 M - 833 M. Al-Khawarizmi dikenal sebagai bapak Al-Jabar.
Penemuannya membawa peran penting dan memberikan kemudahan dalam ilmu hitung atau sistem bilangan dalam bidang matematika, misalnya dalam sistem perkalian setiap angka yang dikalikan dengan 0 akan berjumlah 0 (nol). Dalam ilmu pembagian setiap angka yang dibagi dengan 0 akan menjadi tak terdefinisi (tak terhingga). Maka lain halnya dengan angka atau bilangan yang dijumlahkan atau dikurangi dengan angka 0 (nol), maka hasilnya akan sama atau tidak berubah.
Karena memiliki peran dalam sistim bilangan maka bisa dikatakan angka 0 memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan bilangan lainnya dalam ilmu matematika. Meskipun demikian angka 0 bukan hanya memiliki peran penting dalam sistem ilmu matematika, tetapi juga memiliki nilai penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bahasa Inggris angka 0 disebut zero berasal dari bahasa latin zhepirum yang berarti kosong atau hampa, sehingga angka 0 seringkali diartikan sebagai ketiadaan, kekosongan, atau kehampaan dalam diri kehidupan manusia. Dari sisi spritual bisa menjadi simbol dari kemenangan bagi penyucian jiwa, dimana seseorang harus menempatkan diri pada posisi nol atau kosong atau ketiadaan di hadapan yang Maha Kuasa, yang memberikan makna bahwa manusia tidak memiliki kemampuan, kekuatan, dan daya upaya kecuali dengan pertolongan yang Allah SWT (La haula wala quwwata illa billah), kalimat ini juga dikenal dengan nama hauqolah.
Kembali ke titik 0 memiliki esensi dan urgensi penyucian lahir dan batin, mengurangi/meminimalisir keburukan lahir dan batin kemudian mengisinya perbuatan yang terpuji lahir dan batin. Mendekatkan diri kepada yang maha Kuasa, berbuat baik kepada sesama, dan alam sekitar. Dan terutama bernilai dihadapan yang maha Kuasa.
Hikmah yang dapat ambil dari angka 0 (nol) adalah sesuatu yang bernilai tergantung dari bagaimana, apa, mengapa, dan kapan suatu perbuatan/amalan/perkataan dilakukan/digunakan. Maka hal itu berproses dan membutuhkan waktu. Berproses menjadi lebih baik dan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Komentar
Posting Komentar